Bangka Belitung, 19 Agustus 2026 – Program Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan kegiatan penyusunan dan pengembangan kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) dan Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI). Kegiatan ini dibuka oleh Rektor IAIN SAS Babel yang diwakili oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA. Dalam sambutannya Dr. Iskandar mengatakan "kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kurikulum yang disusun mampu menjawab kebutuhan pengguna lulusan, perkembangan dunia kerja, serta tuntutan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi". Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 19 s.d 20 Agustus 2026 yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Gedung Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Dalam pembahasan kurikulum, menjadi narasumber dan stakeholder memberikan sejumlah masukan strategis yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi MPAI dan MPI. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah bahwa kurikulum harus mengakomodasi kebutuhan stakeholder dan memiliki distingsi keilmuan yang jelas berdasarkan kebutuhan pengguna lulusan.
Narasumber Prof. Dr. Amilda, M.A., akademisi senior dan Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengatakan "Distingsi keilmuan tersebut diharapkan tidak hanya tertuang dalam dokumen kurikulum, tetapi juga dapat dibuktikan melalui implementasinya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh sivitas akademika. Selain itu, distingsi keilmuan juga diarahkan agar berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal, integrasi keilmuan, serta transformasi digital".
Masukan lainnya berkaitan dengan profil lulusan yang harus mencerminkan kompetensi sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 8 untuk jenjang magister. Kompetensi tersebut mencakup pemenuhan kompetensi utama, beban belajar, serta bentuk tugas akhir yang sesuai dengan karakteristik pendidikan magister. Dalam pembahasan juga disampaikan bahwa tugas akhir mahasiswa magister tidak selalu harus berbentuk tesis, tetapi dapat dikembangkan dalam bentuk lain, seperti publikasi ilmiah, sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyusunan kurikulum juga perlu didasarkan pada evaluasi internal, masukan alumni dan pengguna lulusan, kebutuhan dunia kerja dan pemangku kepentingan, perkembangan keilmuan, serta pembanding akademik. Sementara dalam perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), program studi perlu memastikan adanya aspek sikap, kemampuan umum, dan keterampilan.

Sejumlah masukan khusus juga disampaikan oleh para stakeholder diantaranya Dr. H. Ervawi, S.Pd., M.Pd., M.M. (Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dosen Pascasarjana IAIN SAS Bangka Belitung) menekankan pentingnya kemampuan lulusan dalam analisis kritis dan metodologis, khususnya bagi lulusan yang nantinya berkiprah sebagai kepala sekolah. Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan bekerja secara kolaboratif, penguasaan teknologi, serta soft skill.
Sementara itu, Eldawati, M.Pd., Guru PAI SMAN 4 Pangkalpinang, memberikan masukan agar lulusan memiliki kemampuan coding dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara etis. Selain itu, lulusan juga perlu memiliki kemampuan memahami dan mengimplementasikan konsep pendidikan inklusi.
Masukan lainnya disampaikan Dr. Kartika Sari, M.Pd.I., Pengawas PAI Kota Pangkalpinang, yang menekankan pentingnya kemampuan pengelolaan emosi bagi calon kepala sekolah. Salah satu bentuk penguatan kompetensi tersebut dapat diwujudkan melalui mata kuliah Manajemen Emosi.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi Program Studi MPAI dan MPI dalam menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja. Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu menghasilkan lulusan magister yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, bekerja secara kolaboratif, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Irawan, M.S.I mengatakan "melalui proses penyusunan kurikulum yang melibatkan narasumber dan stakeholder, Program Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung terus berupaya memperkuat mutu dan relevansi pendidikan magister, sekaligus memastikan lulusan Program Studi MPAI memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan dan kebutuhan pengguna lulusan".
Hadir juga pada kegiatan ini Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Wulpiah, M.Ag, Ketua Prodi MPAI Dr. Indah Kusuma Dewi, M.Pd.I., Sekretaris Prodi MPI Dwi Haryanti, M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Subri, M.S.I, Ketua LPM Dr. Ahmad Irvani, M.Ag., Ketua LP2M Dr. Hj. Soleha, M.A., Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Febrino, M.A., Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Dr . Noblana Adib, M.Pd.I, MA, Para Ketua Prodi Serta dosen pascasarjana.