Hari Kedua Penyusunan Kurikulum dan Tata Kelola Program Studi Doktor Studi Islam, Hadirkan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta

avatar Ahmad Abdullah
Ahmad Abdullah

11 x dilihat
Hari Kedua Penyusunan Kurikulum dan Tata Kelola Program Studi Doktor Studi Islam, Hadirkan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta

Bangka Belitung, 27 Agustus 2026 — Program Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melanjutkan kegiatan penyusunan kurikulum dan tata kelola Program Studi Doktor (S3) Studi Islam pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang memasuki hari kedua ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Gedung Pascasarjana IAIN SAS Babel.

Pada hari kedua, kegiatan menghadirkan Prof. Zulkifli, M.A., Ph.D., Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai pemateri. Kehadiran Prof. Zulkifli memberikan penguatan sekaligus perspektif akademik dalam proses penyusunan kurikulum dan tata kelola Program Studi Doktor Studi Islam yang tengah dipersiapkan oleh Pascasarjana IAIN SAS Babel.

Dalam pemaparannya, Prof. Zulkifli memberikan sejumlah masukan strategis terkait pengembangan kurikulum program doktor, khususnya agar kurikulum yang disusun memiliki kekhasan keilmuan, relevansi dengan perkembangan studi Islam kontemporer, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia akademik.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan keterkaitan antara visi dan misi program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, serta tata kelola akademik. Menurutnya, program doktor tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan keilmuan yang mendalam, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang inovatif dan berkualitas.

Selain aspek kurikulum, sejumlah hal terkait tata kelola program studi turut menjadi bahan pembahasan. Masukan yang diberikan mencakup penguatan sistem pengelolaan akademik, sumber daya manusia, pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah, serta strategi membangun ekosistem akademik yang mendukung keberlangsungan dan peningkatan mutu Program Studi Doktor Studi Islam.

Diskusi berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai gagasan, pertanyaan, dan masukan terkait rancangan kurikulum maupun tata kelola program studi. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting untuk melakukan penyempurnaan dokumen akademik sebagai bagian dari persiapan pembukaan dan pengembangan Program Studi Doktor Studi Islam di Pascasarjana IAIN SAS Babel.

Kegiatan penyusunan kurikulum dan tata kelola yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Agustus 2026, akhirnya ditutup oleh Direktur Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. Irawan, M.S.I.

Dalam sambutan penutupnya, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber serta tim yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan kurikulum dan tata kelola Program Studi Doktor Studi Islam.

Menurutnya, penyusunan kurikulum merupakan tahapan penting yang harus dilakukan secara serius dan komprehensif karena akan menjadi salah satu fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan doktoral. Oleh karena itu, setiap masukan yang diperoleh selama kegiatan akan ditindaklanjuti untuk menghasilkan kurikulum yang kuat, relevan, unggul, dan memiliki karakteristik keilmuan yang jelas.

“Kita berharap seluruh masukan yang disampaikan selama dua hari ini dapat menjadi bahan penyempurnaan bagi kita dalam mempersiapkan Program Studi Doktor Studi Islam. Kita ingin program studi ini tidak hanya memenuhi aspek administratif dan regulatif, tetapi benar-benar memiliki kualitas akademik, kekhasan, serta mampu melahirkan doktor yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Irawan.

Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Doktor Studi Islam merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Pascasarjana IAIN SAS Babel sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Islam di wilayah Bangka Belitung. Untuk itu, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak agar proses persiapan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan program doktor yang bermutu.

“Kami menyadari bahwa membangun program doktor bukan pekerjaan yang sederhana. Diperlukan komitmen, kerja sama, dan kesungguhan dari seluruh tim. Karena itu, saya berharap proses yang sudah kita mulai ini terus dikawal hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Dengan berakhirnya kegiatan selama dua hari tersebut, Pascasarjana IAIN SAS Babel diharapkan semakin siap dalam mematangkan berbagai aspek akademik dan tata kelola Program Studi Doktor Studi Islam. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana IAIN SAS Babel untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang bermutu, relevan, unggul, dan berdaya saing.