IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berskala internasional melalui webinar bertajuk “ASEAN as The Global Hub for Islamic Economics and Finance (Case Studies in Malaysia and Indonesia)”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025 dan menghadirkan para pakar ekonomi Islam dari Indonesia dan Malaysia secara daring.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Magister Ekonomi Syariah dan merupakan follow up dari kegiatan international conference di University Sains Islam (USIM) yang diikuti oleh Dr. Wulpiah, M, Ag selaku Kaprodi MES beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari Faculti Economis and Muamalat USIM, mahasiswa FEB UII Yogyakarta dan tentunya mahasiswa Prodi MES PPs dan mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Bangka Belitung serta beberapa peserta dari berbagai PTKIN lainnya.
.jpeg)
Dalam sambutannya Direktur Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Prof. Dr. Hadarah, M. Ag menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya webinar internasional ini.
Beliau menegaskan pentingnya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis terhadap perkembangan ekonomi syariah regional dan global.
“ASEAN memiliki peluang strategis untuk menjadi global hub ekonomi dan keuangan syariah. Malaysia dan Indonesia telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam industri halal, keuangan syariah, dan inovasi berbasis nilai Islam. Melalui webinar ini, kita berharap tercipta kolaborasi akademik yang produktif sekaligus memperkuat posisi ASEAN di tingkat global.”
.jpeg)
Prof. Hadarah juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas jaringan kerjasama internasional baik dalam bentuk join riset, visiting/guest lecture dan international community service.
Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I, turut memberikan sambutan dan menekankan bahwa kegiatan berskala internasional ini menjadi bukti keseriusan institusi dalam menciptakan atmosfer akademik yang unggul dan kompetitif.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan: “Webinar internasional ini merupakan wujud komitmen IAIN SAS Babel dalam penguatan internasionalisasi kampus. Tema yang diangkat sangat relevan, mengingat ASEAN kini semakin diakui sebagai kawasan strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Islam. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan pemikiran konstruktif dan jaringan akademik yang bermanfaat bagi seluruh peserta.”
Rektor menyampaikan apresiasi kepada para narasumber internasional dan nasional atas kesediaan mereka berbagi ilmu. Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat ekonomi dan keuangan Islam dunia.
Selanjutnya, kata Rektor, peluang pengembangan ekonomi syariah semakin besar, terutama dengan meningkatnya kerja sama lintas negara dalam inovasi dan penguatan ekosistem halal.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang ekonomi Islam dan keuangan syariah, yaitu: Dr. Azreen Jihan Che Mohd Hashim sebagai narasumber dari Faculty of Economic and Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam pemaparannya, Dr. Azreen menyoroti bagaimana Malaysia membangun ekosistem keuangan Islam yang terstruktur dan terintegrasi, mulai dari kebijakan pemerintah, inovasi industri halal, hingga dukungan lembaga pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa Malaysia telah menjadi model global dalam tata kelola industri keuangan syariah.
Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D, sebagai narasumber dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (UII) Yogyakarta, menekankan potensi Indonesia yang memiliki pasar halal terbesar di dunia. Beliau memaparkan perkembangan sektor keuangan syariah, ekonomi digital berbasis halal, serta strategi memperkuat daya saing Indonesia di tingkat ASEAN maupun global.
.jpeg)
Kedua narasumber memaparkan perkembangan dan tantangan ekonomi Islam di negara masing-masing, sekaligus menyoroti potensi besar ASEAN sebagai pusat gravitasi baru dalam keuangan syariah global. Studi kasus Malaysia dan Indonesia menunjukkan bahwa kedua negara memiliki fondasi regulasi, kekuatan akademik, serta inovasi teknologi yang dapat saling mendukung dalam menciptakan ekosistem keuangan syariah yang kompetitif dan berkelanjutan. Adapun yang bertindak selaku moderator pada kegiatan ini Dr. Ahmad Irvani, M. Ag.
Harapannya melalui kegiatan ini, Program Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu ekonomi syariah, baik di tingkat regional maupun global.